Senin, 27 Februari 2012
MIDORI GOLD CHLOROPYL
Selain untuk menjaga kesehatan, konsumsi MGC telah terbukti dapat menurunkan berat badan secara sehat, dan memperlancar buang air besar.
MGC diekstrak dari daun Mulberry (Morus Alba), memiliki kandungan klorofil yang tinggi yaitu sekitar 5 – 10 kali dibandingkan daun Alfalfa.
Manfaat dari MGC:
- Menurunkan berat badan 2-4kg / minggu
- Menjaga keseimbangan asam basah tubuh
- Mampu mengikat logam-logam berat berbahaya dari dalam tubuh kemudian dikeluarkan bersama feses
- Klorofil juga mampu mengikat zat-zat karsinogen sehingga mengurangi resiko kerusakan DNA penyebab timbulnya sel kanker
- Klorofil juga bersifat antibakteri sehingga mempercepat kesembuhan dari luka
- Potensi dalam menstimulus sel-sel darah merah untuk menyediakan suplai oksigen
- Meningkatkan absorbsi kalsium, sehingga dapat mencegah pembentukan batu kalsium oksalat (batu ginjal)
- Mampu menangkal sejumlah radikal bebas bahan kimia
Apa sih itu klorofil?
Klorofil dipercaya merupakan mukjizat kehidupan di planet bumi, karena tanpa klorofil mustahil berkembang kehidupan tingkat tinggi.
Klorofil adalah zat hijau daun yang menyimpan energi matahari saat terjadinya proses fotosintesis. Secara kimia, klorofil memiliki struktur yang serupa dengan sel darah merah manusia.
Produk Midori Gold Chlorofyl diekstrak dari daun Mulberry (Morus Alba) memiliki kandungan klorofil yang tinggi, yaitu sekitar 5-10 kali dibanding daun alfalfa.
Klorofil ini merupakan Supplement yg berguna untuk :
- Orang2 yg tidak suka makan Sayur
- Para Wanita/Pria yg Mw diet SEHAT
- Orang2 yg susah BAB
MGC dapat menyembuhkan penyakit :
-Radang tenggorokan, influenza, asma, bronkhitis
-Sakit maag (gastritis) , sembelit, perut kembung
-Wasir/Ambeien
-Tumor dan kanker
-Atherosklerosis, hipertensi dan jantung
-Osteoporosis
-Ginjal
-Luka baru, luka lama yang sukar sembuh
-Anemia (kurang darah)
-Diabetes, kolestrol, asam urat tinggi
-Gangguan menstruasi
-Hepatitis dan gangguan liver lainnya
-Nyeri sendi (rheumatoid arthristis) nyeri tulang, nyeri otot (myalgia)
-Demam berdarah
-Hemofilia
-Sariawan, bau mulut, bau badan
KEUNTUNGAN Lain dari MGC:
-Berbentuk bubuk, praktis dan simpel untuk di bawa bawa
-Tanpa Bahan Pengawet (klorofil cair pada umumnya memakai pengawet Methylparaben/Prophilpalabens)
-Terbuat Dari Daun Mulberry tidak mengandung Asam Amino L-Canavanine (Daun Alfalfa mengandung Asam Amino L-Canavanine yg dapat menyebabkan penyakit Lupus)
-Secara kimia memiliki struktur yg serupa dengan sel darah merah manus
Tidak ada efek samping!
MGC 100% terbuat dari herbal : terbuat dari DAUN MUDA MULBERRY (Morus Alba L). Dimana ekstrak daun Mulberry telah lama digunakan untuk menyeimbangkan energi tubuh dan Pengobatan Diabetes. Klorofil adalah zat hijau daun yang menyimpan energi matahari saat terjadinya proses fotosintesis. Secara kimia, klorofil memiliki struktur yang serupa dengan sel darah merah manusia. Produk Midori Gold Chlorofyl diekstrak dari daun Mulberry (Morus Alba), memiliki kandungan klorofil yang tinggi, yaitu sekitar 5-10 kali dibanding daun alfalfa.
Perhatian !!
1. minum MGC nya JANGAN menggunakan air hangat… minimal air biasa, air dingin boleh.
2. jangan makan malam diatas jam 19.00
3. larutkan serbuk CMP dengan takaran air kurang lebih 300ML.
Midori Gold Chlorophyll (MGC) 30 Sachet
Rp127.000,00
Midori Gold ChlorophyllMukjizat alam menakjubkan untuk kehidupan
Midori Gold Chlorophyll menjamin KESEHATAN TOTAL SESUNGGUHNYA.
Midori Gold Chlorophyll adalah bubuk klorofil alami yang berasal dari daun tanaman Mulberry yang ditemukan melimpah di Jepang. Struktur kimia klorofil memiliki kemiripan seperti darah manusia, menjadikan klorofil satu satunya molekul yang dapat diserap oleh tubuh manusia secara alami sebagai nutrisi penting. Mengkonsumsi klorofil secara teratur membantu mendukung proses pemulihan kesehatan Anda, melengkapi tubuh Anda dan memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda.
Kesehatan sel darah merah sangat penting guna menjaga kesehatan tubuh yang hakiki. Substansi paling penting, yang digunakan oleh tubuh kita untuk membangun dan transpot sel-sel darah merah adalah Hemoglobin.
Sehingga untuk sehat berikan tubuh Hemoglobin!!
Mengapa Midori Gold Chlorophyll?
1. Midori Gold Cholorophyll (MGC) mengandung KLOROFIL dengan kadar yang tinggi, sebagai mukjizat alam untuk kehidupan. Praktis, Ekonomis, Aman, Bermanfaat, karena berbentuk serbuk.
2. Tanpa pengawet, pewarna, perasa & zat kimia lainnya
3. Diekstrak dari daun murbei yang tinggi kadar klorofilnya dan terbukti sangat berkhasiat untuk kesehatan.
4. Dapat dilarutkan kedalam air putih, kopi , teh, jus buah.
5. Tanpa efek samping
6. Tanpa mint, tidak terasa panas di minum, jadi bisa disukai oleh anak-anak
7. Bahan import jepang, packaging indonesia.
4 Fungsi Utama Midori Gold Chlorophyll
1. Nourishing
Menjamin tercapainya nutrisi dan oksigen ke dalam sel karena sirkulasi darah lancar2. Energizing
Menjamin terbentuknya energi bagi tubuh3. Balancing
Menyeimbangkan keasaman tubuh, sehingga metabolisme berlangsung secara optimal dan imunitas meningkat dan optimal4. Detoksifikasi
Membersihkan racun/toksin dalam sel tubuh dan darah kita
Khasiat midori gold :
- Klorofil bisa mengikat lemak dalam darah dan mempunyai kemampuan detoks,
- Menyeimbangkn asam-basa tubuh.
- Dari ekstrak buah murbei asli. Aman untuk dewasa dan
anak-anak ,bisa untuk masker muka , tonik rambut , kompres luka , gangrene diabetes ,jerawat.
- Manfaat multiguna, bagus untuk kesehatan dan bisa untuk pelangsingan
- Melangsingkan tubuh
Cara minum:
Tuangkan 1 sachet Klorofil ke dalam satu gelas air (300ml), aduk hingga rata dan minum. Jangan menggunakan air panas agar tidak merusak manfaat Klorofil.
CP: +6285261346604
Minggu, 26 Februari 2012
Kanker Rahim Bisa di cegah
Kanker leher rahim (serviks) atau karsinoma serviks uterus merupakan kanker pembunuh wanita nomor dua di dunia setelah kanker payudara. Di Indonesia, kanker leher rahim bahkan menduduki peringkat pertama. Kanker serviks yang sudah masuk ke stadium lanjut sering menyebabkan kematian dalam jangka waktu relatif cepat.
Serviks atau leher rahim/mulut rahim merupakan bagian ujung bawah rahim yang menonjol ke liang sanggama (vagina). Kanker serviks berkembang secara bertahap, tetapi progresif. Proses terjadinya kanker ini dimulai dengan sel yang mengalami mutasi lalu berkembang menjadi sel displastik sehingga terjadi kelainan epitel yang disebut displasia. Dimulai dari displasia ringan, displasia sedang, displasia berat, dan akhirnya menjadi karsinoma in-situ (KIS), kemudian berkembang lagi menjadi karsinoma invasif. Tingkat displasia dan KIS dikenal juga sebagai tingkat pra-kanker. Dari displasia menjadi karsinoma in-situ diperlukan waktu 1-7 tahun, sedangkan karsinoma in-situ menjadi karsinoma invasif berkisar 3-20 tahun.
Faktor Resiko
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker serviks, antara lain adalah :
1. Hubungan seks pada usia muda atau pernikahan di usia muda
Faktor ini merupakan faktor risiko utama. Semakin muda seorang perempuan melakukan hubungan seks, semakin besar risikonya untuk terkena kanker serviks (vagina). Berdasarkan penelitian para ahli, perempuan yang melakukan hubungan seks pada usia kurang dari 17 tahun mempunyai risiko 3 kali lebih besar daripada yang menikah pada usia lebih dari 20 tahun.
2. Berganti-ganti pasangan seksual
Perilaku seksual berupa gonta-ganti pasangan seks akan meningkatkan penularan penyakit kelamin. Penyakit yang ditularkan seperti infeksi human papilloma virus (HPV) telah terbukti dapat meningkatkan timbulnya kanker serviks, penis dan vulva. Resiko terkena kanker serviks menjadi 10 kali lipat pada wanita yang mempunyai partner seksual 6 orang atau lebih. Di samping itu, virus herpes simpleks tipe-2 dapat menjadi faktor pendamping.
3. Merokok
Wanita perokok memiliki risiko 2 kali lebih besar terkena kanker serviks dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Penelitian menunjukkan, lendir serviks pada wanita perokok mengandung nikotin dan zat-zat lainnya yang ada di dalam rokok. Zat-zat tersebut akan menurunkan daya tahan serviks di samping meropakan ko-karsinogen infeksi virus.
4. Defisiensi zat gizi
Ada beberapa penelitian yang menyimpulkan bahwa defisiensi asam folat dapat meningkatkan risiko terjadinya displasia ringan dan sedang, serta mungkin juga meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks pada wanita yang makanannya rendah beta karoten dan retinol (vitamin A).
5. Trauma kronis pada serviks seperti persalinan, infeksi, dan iritasi menahun.
Mengenali Tanda-tanda
Pada fase prakanker, sering tidak ada gejala atau tanda-tanda yang khas. Namun, kadang bisa ditemukan gejala-gejala sebagai berikut :
Serviks atau leher rahim/mulut rahim merupakan bagian ujung bawah rahim yang menonjol ke liang sanggama (vagina). Kanker serviks berkembang secara bertahap, tetapi progresif. Proses terjadinya kanker ini dimulai dengan sel yang mengalami mutasi lalu berkembang menjadi sel displastik sehingga terjadi kelainan epitel yang disebut displasia. Dimulai dari displasia ringan, displasia sedang, displasia berat, dan akhirnya menjadi karsinoma in-situ (KIS), kemudian berkembang lagi menjadi karsinoma invasif. Tingkat displasia dan KIS dikenal juga sebagai tingkat pra-kanker. Dari displasia menjadi karsinoma in-situ diperlukan waktu 1-7 tahun, sedangkan karsinoma in-situ menjadi karsinoma invasif berkisar 3-20 tahun.
Faktor Resiko
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker serviks, antara lain adalah :
1. Hubungan seks pada usia muda atau pernikahan di usia muda
Faktor ini merupakan faktor risiko utama. Semakin muda seorang perempuan melakukan hubungan seks, semakin besar risikonya untuk terkena kanker serviks (vagina). Berdasarkan penelitian para ahli, perempuan yang melakukan hubungan seks pada usia kurang dari 17 tahun mempunyai risiko 3 kali lebih besar daripada yang menikah pada usia lebih dari 20 tahun.
2. Berganti-ganti pasangan seksual
Perilaku seksual berupa gonta-ganti pasangan seks akan meningkatkan penularan penyakit kelamin. Penyakit yang ditularkan seperti infeksi human papilloma virus (HPV) telah terbukti dapat meningkatkan timbulnya kanker serviks, penis dan vulva. Resiko terkena kanker serviks menjadi 10 kali lipat pada wanita yang mempunyai partner seksual 6 orang atau lebih. Di samping itu, virus herpes simpleks tipe-2 dapat menjadi faktor pendamping.
3. Merokok
Wanita perokok memiliki risiko 2 kali lebih besar terkena kanker serviks dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Penelitian menunjukkan, lendir serviks pada wanita perokok mengandung nikotin dan zat-zat lainnya yang ada di dalam rokok. Zat-zat tersebut akan menurunkan daya tahan serviks di samping meropakan ko-karsinogen infeksi virus.
4. Defisiensi zat gizi
Ada beberapa penelitian yang menyimpulkan bahwa defisiensi asam folat dapat meningkatkan risiko terjadinya displasia ringan dan sedang, serta mungkin juga meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks pada wanita yang makanannya rendah beta karoten dan retinol (vitamin A).
5. Trauma kronis pada serviks seperti persalinan, infeksi, dan iritasi menahun.
Mengenali Tanda-tanda
Pada fase prakanker, sering tidak ada gejala atau tanda-tanda yang khas. Namun, kadang bisa ditemukan gejala-gejala sebagai berikut :
- Keputihan atau keluar cairan encer dari vagina.
- Perdarahan setelah sanggama yang kemudian berlanjut menjadi perdarahan yang abnormal.
- Timbulnya perdarahan setelah masa menopause
- Pada fase invasif dapat keluar cairan berwarna kekuning-kuningan, berbau dan dapat bercampur dengan darah.
- Timbul gejala-gejala anemia bila terjadi perdarahan kronis.
- Timbul nyeri panggul (pelvis) atau di perut bagian bawah bila ada radang panggul. Bila nyeri terjadi di daerah pinggang ke bawah, kemungkinan terjadi hidronefrosis. Selain itu, bisa juga timbul nyeri di tempat-tempat lainnya.
- Pada stadium lanjut, badan menjadi kurus kering karena kurang gizi, edema kaki, timbul iritasi kandung kencing dan poros usus besar bagian bawah (rectum), terbentuknya fistel vesikovaginal atau rektovaginal, atau timbul gejala-gejala akibat metastasis jauh.
Seperti layaknya kanker, jenis kanker ini juga dapat mengalami penyebaran (metastasis). Penyebaran kanker serviks ada tiga macam, yaitu :
- Melalui pembuluh limfe (limfogen) menuju ke kelenjar getah bening lainnya.
- Melalui pembuluh darah (hematogen)
- Penyebaran langsung ke parametrium, korpus uterus, vagina, kandung kencing dan rectum.
Penyebaran jauh melalui pembuluh darah dan pembuluh limfe terutama ke paru-paru, kelenjar getah bening mediastinum dan supraklavikuler, tulang dan hati. Penyebaran ke paru-paru menimbulkan gejala batuk, batuk darah, dan kadang-kadang nyeri dada. Kadang disertai pembesaran kelenjar getah bening supraklavikula terutama sebelah kiri.
Mencegah Jauh Lebih Baik Dari Mengobati
Kematian pada kasus kanker serviks terjadi karena sebagian besar penderita yang berobat sudah berada dalam stadium lanjut. Padahal, dengan ditemukannya kanker ini pada stadium dini, kemungkinan penyakit ini dapat disembuhkan sampai hampir 100%. Malahan sebenarnya kanker serviks ini sangat bisa dicegah. Menurut ahli obgyn dari New York University Medical Centre , dr. Steven R. Goldstein, kuncinya adalah deteksi dini .
Sekitar 90-99 persen jenis kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Virus ini bisa ditransfer melalui hubungan seksual dan bisa hadir dalam berbagai variasi.
Ada beberapa kasus virus HPV yang reda dengan sendirinya, dan ada yang berlanjut menjadi kanker serviks, sehingga cukup mengancam kesehatan anatomi wanita yang satu ini.
Salah satu problema yang timbul akibat infeksi HPV ini seringkali tidak ada gejala atau tanda yang tampak mata. Menurut hasil studi National Institute of Allergy and Infectious Diseases , hampir separuh wanita yang terinfeksi dengan HPV tidak memiliki gejala-gejala yang jelas. Dan lebih-lebih lagi, orang yang terinfeksi juga tidak tahu bahwa mereka bisa menularkan HPV ke orang sehat lainnya.
Kini, ’senjata’ terbaik untuk mencegah kanker ini adalah bentuk skrining yang dinamakan PAP SMEAR , dan skrining ini sangat efektif. Pap smear adalah suatu pemeriksaan sitologi yang diperkenalkan oleh Dr. GN Papanicolaou pada tahun 1943 untuk mengetahui adanya keganasan (kanker) dengan mikroskop. Pemeriksaan ini mudah dikerjakan, cepat dan tidak sakit. Masalahnya, banyak wanita yang tidak mau menjalani pemeriksaan ini, dan kanker serviks ini biasanya justru timbul pada wanita-wanita yang tidak pernah memeriksakan diri atau tidak mau melakukan pemeriksaan ini. Padahal jika para wanita mau melakukan pemeriksaan ini, maka penyakit ini suatu hari bisa saja musnah, seperti halnya polio.
Pemeriksaan pap smear disarankan untuk dilakukan oleh para wanita secara teratur sekali setahun berturut-turut dalam waktu tiga tahun bila sudah aktif berhubungan seksual dan berusia minimal 21 tahun. Bila hasil pemeriksaan tiga tahun berturut-turut normal, pemeriksaan selanjutnya dapat dilakukan setiap tiga tahun. Goldstein juga menambahkan bahwa serviks adalah organ khusus yang mudah diketahui melalui pap smear, biopsy, laser dan langsung bisa dilihat, tidak seperti halnya paru-paru yang berada tersembunyi di dalam tubuh. Sehingga jika pap smear sudah cukup mendunia, dalam arti semua wanita di dunia sudah sadar akan pentingnya pemeriksaan ini, berarti tidak ada alasan lagi untuk kanker serviks di kemudian hari.
Pemeriksaan pap smear disarankan untuk dilakukan oleh para wanita secara teratur sekali setahun berturut-turut dalam waktu tiga tahun bila sudah aktif berhubungan seksual dan berusia minimal 21 tahun. Bila hasil pemeriksaan tiga tahun berturut-turut normal, pemeriksaan selanjutnya dapat dilakukan setiap tiga tahun. Goldstein juga menambahkan bahwa serviks adalah organ khusus yang mudah diketahui melalui pap smear, biopsy, laser dan langsung bisa dilihat, tidak seperti halnya paru-paru yang berada tersembunyi di dalam tubuh. Sehingga jika pap smear sudah cukup mendunia, dalam arti semua wanita di dunia sudah sadar akan pentingnya pemeriksaan ini, berarti tidak ada alasan lagi untuk kanker serviks di kemudian hari.
Sehat itu MAHAL tapi LEBIH MAHAL kalau SAKIT.....
Mencegah lebih baik daripada mengobati. AVAIL Sanitary Pad adalah salah satu SOLUSI untuk PENCEGAHAN...
Sumber :
- HealthToday, edisi Juni 2004
- DR. Setiawan Dalimartha, “Ramuan Tradisional Untuk Pengobatan Kanker”, penerbit Penebar Swadaya, Jakarta , 2004
Kamis, 23 Februari 2012
Langganan:
Postingan (Atom)



